Rabu, 13 Januari 2010

Mur Dan Baut


OTOMOTIFNET.com
>>> Walaupun ukurannya kecil, fungsi baut (lug bolt) dan mur (lug nut) sangatlah vital dalam sebuah mobil. Bisa kamu bayangkan bila baut atau mur roda terlepas pada saat ngebut di tol, atau malah macet waktu kamu buka pas ganti ban kempis. Jangan sampe deh! Untuk itu, ayo kita kenalan dengan baut dan mur.

Hampir semua mobil Eropa pasti menggunakan baut untuk rodanya. Lain halnya mobil Jepang, yang menggunakan mur untuk mengencangkan rodanya.

Untuk mur, ukruannya pun berbeda-beda tergantung merek mobil. Standar mobil Jepang biasanya berukuran 1,25 sampai 1,5 mm. Seperti contoh, Suzuki Swift berukuran 1,25 mm. Lalu dari pabrikan Honda dan Toyota, mempunyai ukuran sebesar 1,5 mm.

Di pasaran banyak sekali tersedia bermacam pilihan mur atau baut aftermarket. Namun jangan sampai salah pilih! Mulyono dari Bengkel Bubut Sarinande di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, mengatakan, “Sebaiknya memilih baut roda dari bahan baja.”
Karena bila memilih bahan selain baja dikhawatirkan baut akan mulur (berubah bentuk seperti bila kita menarik sedotan plastik dengan kuat).

Hal tersebut juga diamini Hendy dari D2 Concept, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, “Kita pernah nemuin baut roda yang sebagian ulirnya rusak dan menciut.” Bila lubang baut teromol rusak, “Mau enggak mau harus dilakukan pembesaran pada lobang teromolnya dan ganti dengan baut yang lebih besar,” tambah Mulyono.
Dalam dunia modifikasi, khususnya untuk tema racing, mur atau baut aftermarket mutlak udibenamkan dalam roda, tentu saja menjaga agar penampilan tetap harmonis dengan sektor lainnya.
Menurut Felix dari gerai velg Revolution, Radio Dalam, Jakarta Selatan, ”Pilih mur dan baut dari merek yang sudah dikenal dan jangan lupa sesuaikan dengan aura modifikasi kita, elegan atau racing.”
Maksudnya, kurang greget andaikan velg bertema racing namun masih menggunakan mur standar yang hitam atau krom. Selain itu mur dan baut racing biasanya berbahan duralium, yang konon kuat namun sangat ringan.

Soal pemilihan warna, bisa sesuaikan saja dengan cat mobil atau velg agar tidak nabrak. Pemilihan panjang dan pendeknya bautpun disesuaikan kebutuhan. Untuk racing, butuh baut yang panjang, agar proses bongkar pasang bisa cepat. “Velg racing biasanya memiliki hub yang tebal, jadi kalau menggunakan mur dan baut ukuran pendek, jelas menyulitkan proses bongkar pasang karena mur bisa tenggelam di hub roda,” lanjut Felix.

Untuk modifikasi selain racing, rasanya cukup dengan baut atau mur model standar tapi tentu disarankan untuk menggantinya dengan kualitas yang lebih baik. Misalnya baja, karena bila menggunakan velg berukuran besar, tentu butuh mur atau baut yang spesifikasinya diatas pabrikan.

Pilihan lug nut aftermarket sangatlah banyak. Otomatis harganya bervariasi. Mulai dari Enkei Sport, Volk Racing, Hurricane hingga buatan Taiwan juga tersedia dari Rp 50 ribu (4 buah), hingga 200 ribu sampai jutaan rupiah per setnya (16-20 buah per set).
“Rays yang berbahan duralium harganya 1,8 juta,” ucap Dana, dari bengkel modifikasi Wisesa Motor Sport, H.Nawi, Jakarta Selatan. Namun Dana tidak menyarankan baut bikinan Taiwan, “Karena hanya untuk penampilan saja, kalo sering bongkar pasang cepat hancur dratnya.”

Maka harus diingat, memang baut roda menjadi salah satu item untuk mendongkrak penampilan. Tapi tetap safety merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

Penulis/Foto: Edo/Andi Okta/Widhi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

FEEDJIT Live Page Popularity

sejak 22 03 2010

Opo yo ?

Memuat...