Tampilkan postingan dengan label D journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label D journey. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2010

lintas

Metrotvnews.com

Semarang: Doa untuk melepas kepergian Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus mengalir di berbagai daerah. Di Semarang, Jawa Tengah, puluhan warga yang berbeda agama memanjatkan doa untuk Gus Dur.

Doa lintas agama ini dilakukan di Gereja Santa Maria di Jalan Tanah Mas, Semarang. Sejumlah perwakilan agama seperti dari agama Islam, Hindu, Buddha, Konghucu dan Kristen turut hadir dalam doa mengenang Gus Dur.

Doa diawali bernyanyi bersama lagu Gugur Bunga untuk mengenang sosok Gus Dur sebagai tokoh yang dikagumi. Selanjutnya tiap perwakilan agama menyampaikan kesan-kesan mereka terhada sosok Abdurrahman Wahid.

Dalam kesan-kesan yang disampaikan, pada intinya menilai Gus Dur sebagai sosok yang patut ditiru karena tidak pernah membeda-bedakan manusia dari sisi apapun, termasuk sisi agama. Keteladanan Gus Dur ini membuat semua agama bisa menyatu dalam damai. Sejumlah peserta doa menangis mengenang kepergian Gus Dur. Di akhir doa, dipanjatkan agar Gus Dur tenang di peristirahatan terakhir dan diterima di sisi Tuhan.(Endang Istanti/DSY)

Berita Terkait

Kamis, 07 Januari 2010

Gusdur

Nanti Sore Bamus DPR Bahas Usulan Gelar Pahlawan Gus Dur
Kamis, 7 Januari 2010 | 10:09 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Warga tak kuasa menahan haru saat berlangsungnya prosesi pemakaman jenazah mantan Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).
TERKAIT:
VIDEO:
Sumber : ANT
... pembicaraan dalam rapat Bamus DPR itu hanya terkait usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Gus Dur
MEDAN, KOMPAS.com - Badan Musyawarah (Bamus) DPR akan membahas usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Kamis (7/1/2010) sore nanti.

“Sudah diagendakan, akan dibicarakan dalam rapat Bamus, Kamis,” kata Ketua DPR Marzuki Alie usai peresmian kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara, di Medan, Rabu (6/1/2010).

Pembahasan usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur, lanjut Marzuki, dilakukan karena ada usulan dari fraksi DPR, yaitu Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Usulan itu sudah dibicarakan dalam rapat pimpinan DPR dan akan dilanjutkan pembahasannya dalam rapat Bamus yang akan dilaksanakan Kamis sore nanti. Jika disepakati dalam rapat Bamus, usulan pemberian gelar pahlawan nasional itu akan dibawa ke rapar paripurna dengan menghadirkan seluruh anggota DPR.

Jika pembahasannya tidak tuntas dalam rapat Bamus karena tidak semua fraksi yang mungkin memberikan pendapat, maka usulan itu akan lebih detail dalam rapat konsultasi fraksi.

“Kalau sudah disepakati, (usulan itu) akan disampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.

Marzuki juga mengatakan, pembicaraan dalam rapat Bamus DPR itu hanya terkait usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Gus Dur, tidak menyangkut usulan sama untuk mantan Presiden Soeharto. Usulan terhadap Soeharto itu belum diterima secara tertulis oleh pimpinan DPR, karena hanya disampaikan secara lisan dalam sebuah rapat paripurna.

Meski demikian, usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto akan menjadi catatan yang dapat menjadi pembahasan antarfraksi. Jika disetujui fraksi di DPR, maka tidak tertutup kemungkinan usulan tersebut akan dibawa dalam pembahasan sidang paripurna.

Usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Gus Dur, tambah Marzuki, hanya disampaikan tiga fraksi di DPR, bukan dari ormas atau lembaga lain.

“Sampai sekarang, belum ada ormas yang mengusulkan (pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Gus Dur),” katanya.

FEEDJIT Live Page Popularity

sejak 22 03 2010

Opo yo ?